Deteksi Penyakit Aritmia Jantung Menggunakan Metode Find Peak (Bagian II)

Objek Penelitian : Penelitian ini adalah penelitian untuk mendeteksi penyakit aritmia jantung menggunakan metode find peak berdasarkan banyaknya detak jantung yang dihitung per satuan menit. Oleh karena itu, objek penelitian yang dijadikan acuan adalah bunyi jantung manusia normal dalam kondisi aktivitas ringan atau istirahat yang berdetak dalam waktu satu menit. 

Sumber data : Data yang digunakan adalah bunyi jantung manusia yang didapatkan dari file bunyi jantung dan bunyi paru pada situs medicinesia.com. File bunyi jantung dari sumber tersebut memiliki berbagai varian suara jantung, mulai dari suara jantung normal hingga suara jantung yang memiliki penyakit tertentu. 

Jenis suara jantung (medicinesia.com)
Pengumpulan Data : Data yang dibutuhkan untuk penelitian ini adalah data berupa suara jantung manusia normal yang meliputi suara jantung satu dan suara jantung dua. Oleh karena itu salah satu data pada sumber data diatas yang dipilih adalah normal split second sound sebagai data yang sesuai dengan kebutuhan.  Namun, kendala yang dialami adalah minimnya data lain yang memenuhi persyaratan tersebut, sehingga untuk sementara data yang dikumpulkan hanya satu data tersebut, padahal yang nantinya dibutuhkan untuk uji coba haruslah data yang berjumlah banyak. Maka, untuk mensiasati kekurangan data sample, langkah yang ditempuh adalah membuat data baru dengan cara merubah frekuensi sampling dari data normal split second sound untuk dirubah menjadi beberapa data bunyi suara jantung yang memiliki tingkat kecepatan detak yang berbeda-beda. 

Data Penelitian Suara Jantung
Data normal split second sound kemudian dijadikan sepuluh data baru seperti pada gambar dengan merubah frekuensi sampling dari yang terendah 6000 sampai yang tertinggi 15000 frekuensi sampling. Lantas, data-data tersebut disimpan dalam data baru bernama jantung1(6000).wav hingga jantung10(15000). Data itulah yang nantinya digunakan sebagai data penelitian sebagai input untuk mendeteksi penyakit aritmia pada jantung. 

Desain Sistem  : Desain system merupakan rancangan bagaimana alur system akan dibangun pada aplikasi. Desain system secara keseluruhan telah dibuat dalam bentuk flowchart seperti pada gambar 3.3. Ketika aplikasi dijalankan, input pertama yang harus dimasukkan pada system adalah data dalam bentuk suara jantung dengan format wav. Setelah itu, system akan menghitung berapakah jumlah detak jantung tiap satuan menit. Jumlah dari detak jantung tiap menit itulah yang nantinya menjadi tolak ukur diagnose dari penyakit aritmia pada jantung. Apabila jumlah detak jantung yang dinyatakan dengan N kurang dari 60 detak atau lebih dari 100 detak maka disimpulkan sebagai penderita aritmia, namun jika tidak kurang dari 60 detak maupun lebih dari 100 detak maka tidak dinyatakan sebagai penderita aritmia jantung. Kemudian, untuk menentukan jenis aritmia yang diderita, dapat diketahui dari jumlah detaknya (N), jika N kurang dari 60 detak maka dinyatakan sebagai penderita bradiaritmia dan jika lebih dari 100 detak dinyatakan sebagai takiaritmia. Flowchart system dapat dinyatakan seperti dibawah ini : 
Flowchart Sistem
Perancangan interface : yaitu tahap untuk merancang antar muka system yang akan dibangun. Antar muka aplikasi memiliki axes yang berfungsi untuk menampilkan sinyal suara detakan jantung selama satu menit. Kemudian terdapat button untuk mengambil suara jantuk dalam bentuk wav dan button untuk mendeteksi waktu, jumlah detak, frekuensi sampling serta hasil deteksi. 

Perancangan Interface Sistem

Berlanjut ke Bagian III

Posted by






Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Deteksi Penyakit Aritmia Jantung Menggunakan Metode Find Peak (Bagian II)"

Post a Comment

Terima Kasih Telah Berkunjung, Silakan Berkomentar...
Kritik dan Saran Teman-Teman Sangat Memotivasi Saya (^_^)