Deteksi Penyakit Aritmia Jantung Menggunakan Metode Find Peak (Bagian III)

Interface Sistem : Tahap ini membahas tentang implementasi dari system yang dibangun. Implementasi antar muka berikut ini mengacu pada desain interface pada bab sebelumnya. Terdapat panel yang didalamnya berisikan axes yang berfungsi untuk menampilkan gelombang sinyal suara jantung, kemudian terdapat panel proses yang berfungsi untuk memberikan masukan pada system berupa suara jantung dalam bentuk wav, serta untuk menentukan jumlah dari frekuensi sampling dan waktu detak dalam satuan detik. Panel terakhir adalah panel deteksi yang berfungsi untuk menampilkan hasil perhitungan detak jantung dan menampilkan hasil diagnose berupa keluaran jenis aritma yang didiagnosa, ataupun menampilkan kenormalan jantung apabila diketahui tidak mengidap aritmia apapun. 

Interface Sistem
Implementasi Sistem : Tahap ini menjelaskan implementasi metode find peak untuk mendiagnosa penyakit aritmia pada jantung. Langkah awal operasi system adalah mendapatkan gelombang sinyal pada file suara jantung yang telah dimasukkan. Gelombang sinyal tersebut dimasukkan kedalam variable bernama Jantung. Variable jantung selanjutnya menjadi variable parameter dalam proses mendapatkan jumlah dari puncak jantung. 

Implementasi Medote Find Peak
Implementasi metode find peak diatas memiliki dua parameter, yaitu parameter Jantung yang menampung gelombang sinyal suara jantung dan parameter angka 0.5 yang berfungsi untuk mengambil jumlah puncak gelombang hanya pada ketinggian minimal 0.5 pada axes. Hal ini dimaksudkan untuk mengambil puncak gelombang terbatas pada puncak tertinggi. 
Selanjutnya, hasil perhitungan dari metode find peak dihasilkan vector yang berisikan ketinggian masing-masing puncak yang terdeteksi. Disimpan kedalam variable bernama puncak. Kemudian, variable puncak dipilah menjadi dua bagian yaitu lebar dan kolom. Bagian kolom merepresentasikan jumlah dari semua puncak pada gelombang suara jantung tersebut. Maka, variable kolom tersebut berguna untuk menentukan hasil diagnose berupa diagnose aritmia jenis bradiAritmia, takiAritmia maupun diagnose jantung normal. Hasil akan menampilkan diagnose takiAritmia apabila jumlah detak lebih dari 100 detak per menit, atau menampilkan diagnose bradiArtimia apabila jumlah detak kurang dari 60 detak per menit, serta menampilkan diagnose normal apabila jumlah detak antara 60 hingga 100 detak per menit. 

Uji Coba Sistem : Tahap uji coba dilakukan dengan melakukan pengujian terhadap 10 data suara detak jantung yang berbentuk .wav. Setiap data tersebut dimasukkan ke aplikasi untuk ditentukan jumlah detak yang dihasilkan oleh aplikasi. 

Input suara jantung berbentuk wav
Selanjutnya melalui tombol deteksi, sistem akan menghitung detak jantung secara otomatis

Deteksi Aritmia oleh Sistem
Hasil dari penghitungan jumlah detak yang dihasilkan oleh aplikasi akan dibandingkan dengan jumlah detak real, yaitu jumlah detak yang telah dihitung secara manual. Berikut ini adalah tabel hasil pengujian terhadap 10 data jantung. 

Hasil akurasi detak jantung
Kemudian, dihitung pula, nilai akurasi sistem dalam mendiagnosa aritmia jantung : 

Hasil akurasi diagnosa aritmia
Tabel pertama berisikan data akurasi pengukuran detak jantung. Akurasi dapat dihitung melalui perbandingan detak jantung sesungguhnya (real) terhadap hasil perhitungan detak jantung pada aplikasi. Hasilnya akurasi rata-rata yang diperoleh sebesar 85.271 %. Kemudian tabel kedua berisikan perbandingan untuk menentukan akurasi hasil diagnose penyakit aritmia jantung. Penghitungan akurasi dilakukan dengan pembandingkan data sesungguhnya dan data hasil pengujian. Dari 10 data suara jantung yang di uji coba, 7 diantaranya mampu didiagnosa dengan benar oleh system, sedangkan sisanya  menghasilkan diagnose yang keliru. Maka, dapat diambil kesimpulan bahwa nilai akurasi kebenaran diagnose system terhadap data uji adalah sebesar 70 %. 

Kesimpulan : Berdasarkan penelitian yang telah dijelaskan, kesimpulan yang dapat diperoleh antara lain : 
  1. Metode find peak dapat diterapkan untuk menghitung banyaknya puncak gelombang sinyal pada suara detak jantung berbentuk wav. Hasil dari perhitungan banyaknya puncak gelombang tersebut akan menjadi acuan untuk mendiagnosa penyakit aritmia jenis bradiaritmia maupun takiaritmia. 
  2. Akurasi metode find peak dalam implementasi terbagi atas dua macam, yaitu akurasi penghitungan detak jantung dan akurasi penentuan diagnose aritmia. Akurasi kebenaran dalam penghitungan detak jantung adalah sebesar 85.271 %, sedangkan akurasi kebenaran penentuan diagnose aritmia adalah sebesar 70 %. 
Saran : Saran dari peneliti untuk pengembangan system lebih lanjut antara lain : 
  1. Data suara jantung didapatkan dari data suara jantung manusia secara langsung, dalam arti suara jantung manusia direkam melalui komputer menggunakan stetoskop elektronik yang ditempelkan pada jantung manusia. 
  2. Detak suara jantung dapat ditampilkan pada axes secara real time sehingga user dapat mengamati pergerakan gelombang tiap detiknya seperti halnya pada Elektro Kardiogram
Sekian untuk penjelasan panjang saya tentang penelitian "Deteksi Penyakit Aritmia Jantung Menggunakan Metode Find Peak" yang terbagi atas tiga bagian. Bagi teman-teman yang ingin mengetahui seluk-beluk program saya secara langsung, saya lampirkan file penelitian yang bisa teman-teman download dan pelajari, dan saya pun akan sangat senang apabila ada yang mau mengembangkan agar menjadi lebih baik. 


Semoga bermanfaat ya....

Posted By 









Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Deteksi Penyakit Aritmia Jantung Menggunakan Metode Find Peak (Bagian III)"

Post a Comment

Terima Kasih Telah Berkunjung, Silakan Berkomentar...
Kritik dan Saran Teman-Teman Sangat Memotivasi Saya (^_^)