Control Flow Complexity (CFC) Untuk Mengukur Kompleksitas Model Proses Bisnis

Pemodelan proses bisnis adalah langkah awal yang dilakukan oleh organisasi / perusahaan untuk mencapai tujuan bisnisnya. Pemodelan proses bisnis amat penting untuk dilakukan karena tidak hanya bertujuan untuk mendeskripsikan alur proses bisnis dengan mudah dan jelas, melainkan juga sebagai langkah menyiapkan business process improvement (peningkatan proses bisnis), business process reengineering (rekayasa proses bisnis), transfer teknologi and process standardization (standarisasi proses) di masa mendatang.


Model proses bisnis semestinya mudah dipahami dan mudah untuk di-maintain. Salah satu penyebab model proses bisnis menjadi tidak mudah dipahami adalah tingginya kompleksitas pada model proses bisnis tersebut. Kompleksitas yang tinggi merupakan kelemahan model proses bisnis yang rawan menyebabkan kesalahpahaman (bad understandability), cacat, serta kesalahan penafsiran proses bisnis sehingga biaya untuk mengembangkan dan menguji proses bisnis menjadi lebih mahal dan membutuhkan tambahan waktu. Langkah awal untuk mereduksi kompleksitas model proses bisnis adalah mengenali keberadaan elemen kompleksitas kemudian mengukur besarnya kompleksitas.


Cardoso (2005) mendefinisikan kompleksitas proses bisnis sebagai derajat tingkat kesulitan proses bisnis untuk dianalisa, dipahami dan dijelaskan. Kemudian mengusulkan Contro Flow Complexity (CFC) sebagai metrik pengukuran derajat kompleksitas proses bisnis. Dalam hal ini proses bisnis telah dimodelkan dalam notasi pemodelan tertentu. Misalnya, BPMN (Business Process Modelling Notation), PNML (Petri Net Modelling Language) atau pemodelan lain. Cardoso memilih memakai BPMN untuk mengukur kompleksitas model, maka saya akan mengukur kompleksitas model menggunakan pemodelan yang lain yaitu petri net.

Pengukuran CFC didasarkan pada hipotesis bahwa periku control flow pada proses bisnis dipengaruhi oleh split (perpecahan) dan join (gabungan). Namun, dalam mengukur CFC, perumusan formula untuk kompleksitas dititikberatkan pada pengaruh split pada yang ada pada model proses bisnis. Split yang umum dijumpai pada model proses bisnis adalah AND-split, XOR-split dan OR-split. Petri net low level hanya memiliki AND-splitXOR-split namun untuk petri net high level memiliki semua jenis split. Contoh AND-splitXOR-split pada petri net low level adalah pada 1 berikut. 

Gambar 1 AND-split dan XOR-split pada petri net high level
Adapun formula untuk mengukur CFC pada AND-splitXOR-splitOR-split, serta jumlah keseuruhan CFC dapat didefinisikan sebagai berikut : 

Untuk mengukur CFC pada XOR split menggunakan formula : 

dengan artian, bahwa fan-out yang dimaksud adalah jumlah cabang dari split XOR, sehingga jumlah CFC XOR-split adalah sebanyak jumlah cabang pada XOR-split.

Untuk mengukur CFC pada OR-split menggunakan formula :

Maka, jumlah CFC OR-split adalah 2 pangkat (banyaknya cabang split pada OR dikurangi 1)

Kemudian untuk mengukur CFC pada AND-split menggunakan formula :

Maka, jumlah CFC pada AND-split adalah sama dengan 1, berapapun jumlah cabang split maka hasilnya sama dengan satu. Mengapa? karena percabangan AND niilainya sama dengan sequence. Sehingga tingkat kompleksitas selalu bernilai 1.

Dengan demikian, total CFC pada suatu model proses bisnis dapat diketahui dengan menjumlahkan tingkat CFC pada AND-splitXOR-splitOR-split : 



Untuk mengimplementasikan pengukuran CFC pada model proses bisnis, saya mencontohkan model pada gambar 1 untuk diukur tingkat kompleksitasnya, agar lebih jelas maka gambar 1 akan saya pasang ulang digambar 2 berikut :

Gambar 2 Contoh model proses bisnis untuk mengukur CFC
Baik, mari kita ukur satu persatu, sesuai tahapan formula yang telah saya jelaskan diatas : 

Pertama, jumlah CFC AND-split pada gambar dapat diukur dengan menjumlahkan nilai CFC pada AND split register request dan AND split reinitiate request
  1. CFC AND-split untuk register request = 1
  2. CFC AND-split untuk reinitiate request = 1 
  3. Total CFC AND-split = 2
Kedua, jumlah CFC XOR Split pada gambar dapat diukur dengan menjumlahkan nilai CFC pada XOR-split C1 dan XOR-split C5, maka
  1. CFC XOR-split C1 = 2 
  2. CFC XOR-split C5 = 2
  3. Total CFC XOR-split = 4 
Ketiga, jumlah CFC OR-split pada model adalah 0 karena tidak terdapat OR-split pada model. 
Keempat, jumlah total CFC pada model proses bisnis adalah total CFC AND-split + total CFC XOR-split + total CFC OR-split = 2+4+0 = 6 

Jadi, derajat kompleksitas CFC pada model proses bisnis adalah 6.

Semoga penjelasan singkat untuk mengukur kompleksitas model proses bisnis menggunakan control flow complexity ini dapat bermanfaat.


Referensi :
  1. Cardoso, J., How to Measure the Control-flow Complexity of Web Processes and Workflows, Workflow Handbook, WfMC Ed. Lighthouse Point, FL. pp. 199-212. (2005)
  2. E Rolón, J Cardoso, F García, F Ruiz, M Piattini. Analysis and validation of control-flow complexity measures with bpmn process models. Enterprise, Business-Process and Information Systems Modeling, 58-70. (2009).

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Control Flow Complexity (CFC) Untuk Mengukur Kompleksitas Model Proses Bisnis"

Post a Comment

Terima Kasih Telah Berkunjung, Silakan Berkomentar...
Kritik dan Saran Teman-Teman Sangat Memotivasi Saya (^_^)