Skenario dalam Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak

Ilustrasi Skenario (Sumber : masri.my.id)
Skenario adalah suatu cerita atau narasi yang mudah dimengerti untuk membuat aplikasi menjadi lebih hidup. Cerita yang mudah diakses membantu target dari cerita untuk memahami alasan mengapa permasalahan yang hendak diselesaikan oleh sistem yang akan dibangun tersebut penting, mengapa sistem perlu dibangun segera, lalu potensi keuntungan apa yang mungkin didapatkan oleh target. Misalnya skenario perihal mesin ATM. Bagi pemilik sistem, skenario harus bisa menunjukkan bahwa sistem nantinya dibutuhkan oleh banyak pelanggan. Bagi nasabah bank, skenario harus bisa menunjukkan bahwa sistem ATM ini menghindarkan nasabah dari kesulitan yang selama ini kerap dihadapi ketika bertransaksi perbankan.

Skenario bukanlah deskripsi spesifikasi teknis dari suatu produk perangkat lunak. Skenario adalah suatu narasi atau cerita. Cerita yang baik hendaknya cukup spesifik (nama, umur, dan informasi latar belakang tiap karakter). Cerita yang baik harus terartikulasi seluruhnya dalam ranah permasalahan. Fungsi utama dari skenario adalah memungkinkan diskusi yang lebih spesifik (terkuantisasi, relevan, dan eksplisit) dan berbobot antara pengembang dan pelanggan.

Berikut ini adalah beberapa contoh skenario:

Contoh Skenario I : Mesin ATM Innova
Suatu hari, Budi salah seorang eksekutif muda di Surabaya, mendapat telepon dari istrinya yang mengatakan bahwa tagihan telepon, air dan listrik bulan ini belum terbayar, sedangkan uang belanja bulanan sudah habis. Telepon disertai ancaman tidak akan dapat makan malam di rumah menanti, sebelum masalah ini terselesaikan.
Budi baru menyadari dompetnya masih berisi uang kurang lebih Rp.150.000. Pada hari ini dia harus menghadiri rapat dengan beberapa klien ditempat berbeda,sehingga dia tidak sempat untuk antri mengambil uang ke bank, antri di loket PLN, PDAM dan Telkom. Ketika menolehkan pandangan ke luar jendela kantor, dia melihat ada mesin ATM “Innova”. Sebelum menuju mesin ATM tersebut, ia mengirim sms ke mesin tersebut untuk memastikan apakah mesin bisa dioperasikan atau sedang rusak. Tidak beberapa lama kemudian, ia mendapat balasan SMS dari mesin tersebut yang menunjukkan bahwa mesin dalam kondisi OK dan bisa digunakan.
Budi baru menyadari dompetnya masih berisi uang kurang lebih Rp.150.000. Pada hari ini dia harus menghadiri rapat dengan beberapa klien ditempat berbeda,sehingga dia tidak sempat untuk antri mengambil uang ke bank, antri di loket PLN, PDAM dan Telkom. Ketika menolehkan pandangan ke luar jendela kantor, dia melihat ada mesin ATM “Innova”. Sebelum menuju mesin ATM tersebut, ia mengirim sms ke mesin tersebut untuk memastikan apakah mesin bisa dioperasikan atau sedang rusak. Tidak beberapa lama kemudian, ia mendapat balasan SMS dari mesin tersebut yang menunjukkan bahwa mesin dalam kondisi OK dan bisa digunakan.
Setelah digunakan budi, dalam mesin ATM “Innova” hanya tersisa kas tunai sebesar Rp.1.000.000 yang merupakan batasan minimal cadangan kas tunai dalam mesin. Mesin tersebut mengirimkan SMS ke bagian maintenance dengan memberikan informasi dan warning bahwa cadangan kas mesin tersebut harus segera ditambah.

Contoh Skenario II : Ujian Online Masa Kini
Supriyanto adalah siswa kelas XII di SMA Lab UM. Hari itu, sebagaimana yang telah direncanakan, guru komputer di sekolahnya mengadakan ujian secara online. Ujian online bukan hal asing bagi Supriyanto. Salah satu yang mengecewakan dirinya adalah ketika dia telah belajar dengan sungguh-sungguh, namun sistem ujian online yang biasa digunakan gurunya memungkinkan siswa untuk mengakses sumber lain di internet, sehingga mereka yang tidak belajar dengan serius pun bisa mendapatkan nilai yang lebih baik dari dirinya. Hal itulah yang membuat dia tidak tertarik dengan sistem ujian online yang dilaksanakan di sekolah. Namun ternyata hari itu berbeda dengan ujian online biasanya. Ketika ujian online selesai, Supriyanto berbincang-bincang dengan teman-temannya. Mereka nampak kecewa dengan ujian online yang telah berlangsung. Mereka yang biasanya tidak belajar sebelum ujian dan menganggap mudah sistem ujian tersebut karena bisa dengan mudah mengakses sumber dari internet, gagal mereka lakukan ketika ujian berlangsung. Rasa penasaran Supri pun muncul, kemudian ia bertanya kepada guru komputernya. Dengan semangat, gurunya menjelaskan mengenai software Safe Exam Browser. Salah satu keunggulannya, sistem ini hanya dapat membuka satu tab browser dan alamat url yang diizinkan. Akhirnya sejak saat itu, teman-temannya mulai giat belajar ketika ujian online dilangsungkan.

Contoh Skenario III :  WEBSITE LPK - GLOBAL SCIENCE INSTITUT (GSI) TERNATE
Pada suatu saat, Helga mencari lowongan pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Iapun mencari lowongan pekerjaan diberbagai media, termasuk melalui media internet. Setelah beberapa saat mencari, akhirnya dia menemukan beberapa lowongan yang dianggapnya sesuai dengan bidangnya. Namun sayang, walau telah menemukan peluang yang dicari, dia masih saja kelihatan sangat sedih. Dia sedih karena dari semua persyaratan yang tertera, dia sudah memenuhi hampir semuanya kecuali dua hal, yaitu terkait kemampuan mengoperasikan komputer dan kemampuan berbahasa Inggris, yang semua itu harus dibuktikan dengan adanya sertifikat. Helgapun teringat akan percakapan dengan temannya. Temannya pernah menginformasikan tentang suatu tempat kursus komputer dan bahasa inggris cukup terkenal yang berada di Kota Ternate. Tanpa menunggu lama, diapun langsung mencari informasi tempat kursus tersebut di Internet, mengingat dia tidak bisa mendatangi langsung tempat tersebut, karena terpisah jarak ratusan kilometer dan terpisah oleh lautan luas. Setelah menemukan dan membuka situs tempat kursus tersebut, Iapun segera mendaftarkan dirinya untuk masuk pada kelas kursus minggu berikutnya. Berselang beberapa menit, dia menerima satu pesan surel yang menyatakan pendaftarannya diterima, serta harus membayarkan sejumlah biaya administrasi sebagai syarat pendaftan ke rekening bank yang tertera.   Setelah itu Helgapun merasa senang, karena tidak lama lagi dia sudah bisa mengikuti kursus. Nantinya setelah menyelesaikan kursus, dia sudah bisa mengajukan lamaran kerja pada lowongan yang diminatinya.

Sekian penjelasan mengenai Skenario dalam analisis kebutuhan perangkat lunak. Semoga bermanfaat.

Sumber materi : Buku Analisa Kebutuhan dalam Rekayasa Perangkat Lunak, karya Daniel Siahaan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Skenario dalam Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak"

Post a Comment

Terima Kasih Telah Berkunjung, Silakan Berkomentar...
Kritik dan Saran Teman-Teman Sangat Memotivasi Saya (^_^)